Sunday, October 30, 2005

It's not a poem !!

Di hari yang dianggap orang sebagai hari kemerdekaan para pembuat salah, pendosa dan pendusta ini aku sangat ingin mengakui segala kesalahan kepada orang-orang yang selama ini berarti namun seringkali kudustakan...

Bapak dan Ibu serta tiga saudariku, aku mohon maaf yang tak terhingga ( maaf karena aku masih saja menghabiskan harta keluarga untuk biaya sekolah yang tak pernah sesuai rencana, tapi bukankah memang itu "fungsi" seorang anak? :D )

Saudaraku-saudaraku sedari SMU ( Fadil, Huda, Agus, Tompel,Edi, A'ang )kalian kumaafkan karena selama ini kalian selalu saja merepotkan aku, sadar dooong!!! :P tetapi berjanjilah kalian tetap menjadi saudaraku, Teman!

Seseorang yang selalu saja marah-marah tanpa alasan, apalagi ketika aku hendak menyertakan namanya dalam bLog ini, sungguh aku sangat tidak mengerti penyebabnya!! tetapi tetaplah kau seperti siapa engkau; cantik , itulah yang membuat kau berbeda!

Gang-bang squad UM (Deny, Imam, Dekil eh..deki, Indra, eko) aku tak akan pernah meminta maaf kalian, karena seisi dunia tahu bahwa aku tak pernah mempunyai salah terhadap kalian, justru kalianlah yang wajib meminta maaf padaku!! dosa kalian sungguh sangat besar...:))

Neneku semata wayang dan pengawal pribadinya (Herris), ah no comment dah...

Teman-teman di kampuang (Rully, Setroh, Dadang, J-need, Gendok, pak tewo) semoga Allah swt tetap memberikan anugrah yang membuat kita mampu untuk tetap menghadirkan kegaduhan di kampuang...aku juga tak kan pernah meminta maaf kepada kalian karena aku juga tidak pernah mempunyai kesalahan kepada kalian..

Rekan kerja dan semua orang yang kukenal yang tak mungkin untuk kusebutkan satu-satu, kuharap kalian segera meminta maaf kepadaku..

Mohon maaf, tulus dari hati paling jauh....

(Tapi ini kok lebih mirip ucapan terimakasih di cover kaset ya? ah persetan....)

Monday, October 10, 2005

......

Sekiranya mereka berteriak; menusuk-nusuk
Sekehendak apa yang ada di hati terdalam
Sekali-kali api-api tak akan padam;
Seketika sungai-sungai tak juga segera mengalir

" Bukan semestinya aku menari-nari sepanjang hari "
" Seronok putri-putri ini, bukan hayal lagi?;
Bahagia kelak atau sedih saat ini, bukan sesuatu kudis di kulit
Tamparan bahkan pelukan, bukankah hanya rasa manis atau pahit?

Teruslah tikus-tikus menenggak air comberan
Ataulah engkau merajai dunia-dunia semua;
Membakar kayu-kayu kering bahkan dahan-dahan
Terang bulanpun tak akan merubah suatu apa!!

Sumpah yang tak pernah dapat terbunuh, atau;
Kebohongan akan hati yang selalu terdustai
Memohon-mohon agar di beri sedikit sakit hati
Kala-kala terhina adalah tawa dalam tangisan terakhir!

Biar saja berkaca-kaca mata para tikus
Terburai semua isi perut mereka, tertanam segala kemarahan
Jalan ini tak pernah mungkin terakhiri
Kisah Binatang jalang; tidak saat sekarang atau kapanpun