Tuesday, August 23, 2005

Bunga adinda

Air seteguk tak lenyapkan tandus
Angin sehembus belum menguraikan
Sudah mencoba sederas hujan
Menarik sekeras jeram..
Tak roboh juga ilalang itu..

Kadang menekuk sebungkuk mangkuk
Mewangi seharum bangkai tanpa belatung
Selama itu mereka tetap tersedak..
Terperangah sesaat, lalu kembali terkoyak..

Semata bukan itu yang aku inginkan
Bukan sinar terang atau hari tanpa malam..
Bukan redup senja atau pagi tanpa embun
Sebutir pasir pun tak akan kutelankan

Suatu waktu aku ingin membelai secuil dia
Sekala-kala aku hendak menarikan muka
Lepaskan aku membaca sajak ku sendiri, bunga..
Aku mengingin sekejap aku hendak menyepah
Aku tak menyadar sesedikitpun aku,
Ah, tidak juga engkau..

No comments: