Angin manatap awan yang terus menjauh,
Sayu matanya sedikit lebam, suram; penuh sekali penyesalan
Angin terus menatap awan dengan tajam
Layu bibirnya tak lagi mampu berbicara, kosong sudah akan hatinya
Ini sedikit cerita sedih, siang itu
Tertatap awan yang berbaju begitu indah, seperti biasa
Bermata bening, warnanya terang tak terbilang cantiknya
Melebihi segala bayangan selama ini, begitu indah
Angin diam membatu membeku, berbinar binatang ini
Kemana perginya semua waktu selama ini
Kemana hilangnya segala hari baik itu
Belum sempat ia mengumpat, sajak ditulisnya kemarin sore
sebegitu cepat terang melompat; tak nampak kelebatnya !
Sejuk sedekat ini tak pernah dirasanya setetespun tidak !
Di depan mata; tak terlihat menyentuh pun bukan
Mencoba mencarinya di hati selain dia, terus !
Meraba arang yang selalu membuatnya legam, apakah penghalang ?
Sebab ia tak melihat; tak terlihat; tak menginginkan
Buat awan kembali mendekap, teriak luluh hatinya
Janjikan segala apa yang sanggup menghangatkan;
Pangkas sedikit tangkai-tangkai kerdil, binasakan seluruhnya
Yang terdalam telah tergali, segala yang paling terdalam
Apa kata si otak ?
Hidup terburuk sekalian telah sirna
Tak akan bersama seperti mula-mula
Sedikitlah engkau menyimak pilihan-pilihan
Saksikan ! Bukan dia, tak kan dia lagi ! tersia-sialah !
Sebilah pisau menyayat, sebatang lagi kayu membakar
Hilang lentera sedetik sekejap, cepat !
Hendak pada siapa Angin mengikut ?
Tak rela ia; awan termiliki, sedangkan tak ingin memiliki pula !
Inilah angin, bodoh bahkan keji !
Berharap bersisa yang telah dienyahkan
Mencoba mendengar dengan telinga tuli
Sedikit pula mencoba melainkan bermimpi tanpa pula tidur !
Kapan ia terjaga, sedih menderu' kecewalah dia !
BLOG INI ADA KARENA ADANYA KESADARAN UNTUK MENGUNGKAPKAN APA YANG ADA DI DIRI DAN HATI... INI HANYA TENTANG KEMARAHAN ,KEKECEWAAN ,KESEDIHAN DAN RASA SAKIT YANG MENDALAM ....
Monday, August 29, 2005
Tuesday, August 23, 2005
Bunga adinda
Air seteguk tak lenyapkan tandus
Angin sehembus belum menguraikan
Sudah mencoba sederas hujan
Menarik sekeras jeram..
Tak roboh juga ilalang itu..
Kadang menekuk sebungkuk mangkuk
Mewangi seharum bangkai tanpa belatung
Selama itu mereka tetap tersedak..
Terperangah sesaat, lalu kembali terkoyak..
Semata bukan itu yang aku inginkan
Bukan sinar terang atau hari tanpa malam..
Bukan redup senja atau pagi tanpa embun
Sebutir pasir pun tak akan kutelankan
Suatu waktu aku ingin membelai secuil dia
Sekala-kala aku hendak menarikan muka
Lepaskan aku membaca sajak ku sendiri, bunga..
Aku mengingin sekejap aku hendak menyepah
Aku tak menyadar sesedikitpun aku,
Ah, tidak juga engkau..
Angin sehembus belum menguraikan
Sudah mencoba sederas hujan
Menarik sekeras jeram..
Tak roboh juga ilalang itu..
Kadang menekuk sebungkuk mangkuk
Mewangi seharum bangkai tanpa belatung
Selama itu mereka tetap tersedak..
Terperangah sesaat, lalu kembali terkoyak..
Semata bukan itu yang aku inginkan
Bukan sinar terang atau hari tanpa malam..
Bukan redup senja atau pagi tanpa embun
Sebutir pasir pun tak akan kutelankan
Suatu waktu aku ingin membelai secuil dia
Sekala-kala aku hendak menarikan muka
Lepaskan aku membaca sajak ku sendiri, bunga..
Aku mengingin sekejap aku hendak menyepah
Aku tak menyadar sesedikitpun aku,
Ah, tidak juga engkau..
Sunday, August 21, 2005
Demi...
Bukan harapan tentang sedikit kebahagiaan..
Bukan sehelai tawa atau sepucuk senyum manis...
Bukan seonggok kerinduan atau secuil pertemuan...
Aku sangat ingin lebih bukan berlebih..
Bukan cahaya yang selalu hendak meredup...
Bukan setetes air yang akan membeku..
Bukan sajak berisi tiupan angin atau rintikan hujan..
Aku sangat ingin lebih bukan berlebih..
Tak pelak aku selalu akan berharap..
Membahagiakan diri dalam kepengecutan..
Memuaskan sekalian pikiran picik
Aku sangat ingin lebih bukan berlebih..
Berasa tak akan ada yang menyelamatkan
Tak pernah manis itu lama menghampiri..
Tak pernah selama yang aku pikirkan !
Terjatuh dalam kubangan rasa sakit
Terlelap wangi bunga yang sangat aku benci
Demi segala hidup aku sangat menantinya..
Buat aku sedikit mendongakan kepala, sayang..
Kutampakan sedikit, apa arti mendekap erat !
Atas segala nyawa aku sangat ingin di inginkan..
Tak berarti apa yang telah berarti,
Sebab, telah ada tak terbilang kekosongan sejak itu
Tak terperihkan seluruh kebohongan kita,
Berlayangkan mimpi buruk yang selalu kita dengungkan !
Bukan sekeji aku seorang pencampak !
Bukan seolah aku seorang pengingkar !
Tak seluruh maksudku mendusta kita..
Inilah aku dengan segala aku..demi kita !!
Bukan sehelai tawa atau sepucuk senyum manis...
Bukan seonggok kerinduan atau secuil pertemuan...
Aku sangat ingin lebih bukan berlebih..
Bukan cahaya yang selalu hendak meredup...
Bukan setetes air yang akan membeku..
Bukan sajak berisi tiupan angin atau rintikan hujan..
Aku sangat ingin lebih bukan berlebih..
Tak pelak aku selalu akan berharap..
Membahagiakan diri dalam kepengecutan..
Memuaskan sekalian pikiran picik
Aku sangat ingin lebih bukan berlebih..
Berasa tak akan ada yang menyelamatkan
Tak pernah manis itu lama menghampiri..
Tak pernah selama yang aku pikirkan !
Terjatuh dalam kubangan rasa sakit
Terlelap wangi bunga yang sangat aku benci
Demi segala hidup aku sangat menantinya..
Buat aku sedikit mendongakan kepala, sayang..
Kutampakan sedikit, apa arti mendekap erat !
Atas segala nyawa aku sangat ingin di inginkan..
Tak berarti apa yang telah berarti,
Sebab, telah ada tak terbilang kekosongan sejak itu
Tak terperihkan seluruh kebohongan kita,
Berlayangkan mimpi buruk yang selalu kita dengungkan !
Bukan sekeji aku seorang pencampak !
Bukan seolah aku seorang pengingkar !
Tak seluruh maksudku mendusta kita..
Inilah aku dengan segala aku..demi kita !!
Tuesday, August 16, 2005
" More than i think about.."
He expense of spirit in a waste of shame
Is lust in action; and till action, lust
Is perjured, murderous, bloody, full of blame,
Savage, extreme, rude, cruel, not to trust;
Enjoy'd no sooner but despised straight;
Past reason hunted; and no sooner had,
Past reason hated, as a swallowed bait,
On purpose laid to make the taker mad:
Mad in pursuit, and in possession so;
Had, having, and in quest to have, extreme;
A bliss in proof, and proved, a very woe;
Before, a joy proposed; behind, a dream.
All this the world well knows; yet none knows well
To shun the heaven that leads men to this hell.
When, in disgrace with Fortune and men's eyes,
I all alone beweep my outcast state,
And trouble deaf heaven with my bootless cries,
And look upon myself and curse my fate,
Wishing me like to one more rich in hope,
Featured like him, like him with friends possessed,
Desiring this man's art, and that man's scope,
With what I most enjoy contented least,
Yet in these thoughts myself almost despising,
Haply I think on thee, and then my state,
Like to the lark at break of day arising
From sullen earth, sings hymns at heaven's gate
For thy sweet love remembered such wealth brings,
That then I scorn to change my state with kings.
When to the sessions of sweet silent thought
I summon up remembrance of things past,
I sigh the lack of many a thing I sought,
And with old woes new wail my dear time's waste;
Then can I drown an eye, unused to flow,
For precious friends hid in death's dateless night,
And weep afresh love's long-since-cancelled woe,
And moan th' expense of many a vanished sight;
Then can I grieve at grievances foregone,
And heavily from woe to woe tell o'er
The sad account of fore-bemoanèd moan,
Which I new pay as if not paid before.
But if the while I think on thee, dear friend,
All losses are restored and sorrows end.
Is lust in action; and till action, lust
Is perjured, murderous, bloody, full of blame,
Savage, extreme, rude, cruel, not to trust;
Enjoy'd no sooner but despised straight;
Past reason hunted; and no sooner had,
Past reason hated, as a swallowed bait,
On purpose laid to make the taker mad:
Mad in pursuit, and in possession so;
Had, having, and in quest to have, extreme;
A bliss in proof, and proved, a very woe;
Before, a joy proposed; behind, a dream.
All this the world well knows; yet none knows well
To shun the heaven that leads men to this hell.
When, in disgrace with Fortune and men's eyes,
I all alone beweep my outcast state,
And trouble deaf heaven with my bootless cries,
And look upon myself and curse my fate,
Wishing me like to one more rich in hope,
Featured like him, like him with friends possessed,
Desiring this man's art, and that man's scope,
With what I most enjoy contented least,
Yet in these thoughts myself almost despising,
Haply I think on thee, and then my state,
Like to the lark at break of day arising
From sullen earth, sings hymns at heaven's gate
For thy sweet love remembered such wealth brings,
That then I scorn to change my state with kings.
When to the sessions of sweet silent thought
I summon up remembrance of things past,
I sigh the lack of many a thing I sought,
And with old woes new wail my dear time's waste;
Then can I drown an eye, unused to flow,
For precious friends hid in death's dateless night,
And weep afresh love's long-since-cancelled woe,
And moan th' expense of many a vanished sight;
Then can I grieve at grievances foregone,
And heavily from woe to woe tell o'er
The sad account of fore-bemoanèd moan,
Which I new pay as if not paid before.
But if the while I think on thee, dear friend,
All losses are restored and sorrows end.
Subscribe to:
Posts (Atom)