Sudah aku lukiskan suram cahaya bulan malam ini
Hampir binasa aku memandanginya sekian waktu
Berharap aku akan di sinarinya dengan redup
Letih seluruh badan, ketika bulan manampikan segala mimpi malam ini
Pengar tak mampu lagi kurasa, hambar tak pernah kuhiraukan
Jika hendak aku terluka karena berangan secuil
Ku balutkan dengan sedih mendera, aku menerima tanpa akan berkata
Tanpa akan menangis, tanpa pula akan tertawa
Tewas sudah lidah ini untuk merasa, kelu oleh peluh
Beku oleh semua omong kosong, oleh bualan konyol para keparat
Yang tak pernah mau menerima langit memang buram hari ini
Cahaya tak mampu menerangi, badai tak sanggup lagi mengoyak dada mereka
Buta akan kenyataan pahit yang akan mereka hadapi
Tak mungkin lagi aku menerimanya, kencingi saja hatiku ini
Ludahi wajahku, atau apapun yang membuat tersenyum
Sungguh, aku tak mungkin lagi menerimanya
Tidak saat ini......
No comments:
Post a Comment